DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

2 September 2018

ASPIRASI MASYARAKAT SEBAGAI PENENTU KUALITAS PERENCANAAN TATA RUANG DI SEKITAR KAWASAN INDUSTRI SEI MANGKEI

Salah satu proses penting dalam penyusunan materi teknis rencana tata ruang adalah konsultasi publik. Konsultasi publik bertujuan untuk menjaring aspirasi masyarakat dalam rangka penyempurnaan konsep rencana tata ruang yang telah dirumuskan. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang berkualitas adalah rencana tata ruang yang dapat diimplementasikan. “Agar implementatif, penyusunan rencana rinci tata ruang harus mengakomodasi berbagai masukan dan kebutuhan masyarakat. Perencanaan dan pemetaan partisipatif oleh seluruh pemangku kepentingan ini untuk menjamin terwujudnya pembangunan dan meminimalisir terjadinya konflik di masa mendatang”, ujar Agus Sutanto, Direktur Penataan Kawasan dalam sambutannya di acara Konsultasi Publik I Penyusunan Materi Teknis Rencana Rinci Tata Ruang di Sekitar Kawasan Industri (KI) Sei Mangkei (29/8).

Konsultasi publik ini terdiri atas dua rangkaian. Pada kesempatan pertama,  dihadirkan seluruh perwakilan tokoh masyarakat yang masuk di dalam kawasan perencanaan inti, yaitu Kecamatan Bandar, Hutabayu Raja, dan Bosar Maligas di Kabupaten Simalungun, serta Kecamatan Lima Puluh di Kabupaten Batubara. Fokus konsultasi publik ini adalah penyempurnaan tujuan, kebijakan, strategi yang telah dirumuskan, serta menjaring informasi terkait finalisasi konsep rencana pola ruang dan struktur ruang yang ditawarkan.

Perencanaan rinci tata ruang di sekitar KI Sei Mangkei ini bertujuan untuk menciptakan kawasan sekitar KI Sei Mangkei sebagai smart region, yaitu sinergi antara KI Sei Mangkei dan kawasan permukiman, perdagangan dan jasa, dan perkebunan dengan didukung oleh kelengkapan sarana dan prarasana. “Perwujudan konsep rencana tersebut dilakukan melalui pengembangan sistem pusat kegiatan, hunian baru dan pengembangan pusat perdagangan dan jasa di pusat primer, serta melengkapi sarana dasar, reklamasi lahan bekas galian C, peningkatan konektivitas dan aksesibilitas, dan juga pengembangan lahan pertanian berkelanjutan“, papar Jajan Rohjan, Ketua Tim Penyusun.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah Sei Mangkei tidak hanya ditetapkan sebagai kawasan industri, tetapi juga mendapat fasilitas insentif fiskal dan non-fiskal melalui penetapan Sei Mangkei sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). “KEK Sei Mangkei ditetapkan untuk menarik minat investasi global, minimal berdaya saing dalam lingkup Asia Tenggara  terlebih dahulu”, tanggap Edib Muslim dari Sekretariat Dewan Nasional KEK. Iman Soedradjat, Staf Ahli Menteri ATR/BPN menambahkan bahwa berbagai kemudahan investasi yang berdampak pada pesatnya pembangunan harus ditangkap sebagai peluang untuk meletakkan proyeksi bangkitan industri sebagai dasar pertimbangan perencanaan, terutama lonjakan jumlah penduduk dan kebutuhan akan ruang permukiman.

Berbagai masukan dari tokoh masyarakat ditampung pada kesempatan ini. "Sampai saat ini, tenaga kerja lokal yang bekerja di KI Sei Mangkei sangat sedikit. Kami berharap ada kebijakan dalam perekrutan tenaga kerja agar masyarakat setempat mempunyai kesempatan lebih besar untuk bekerja di KI Sei Mangkei sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial. Selain itu, perlu ada peningkatan kapasitas seperti pelatihan dan magang karena masih banyak anak sekolah yang sudah tamat SMK masih menganggur." Ujar Sugiyati dari Desa Mangkai Baru. Selain itu terdapat juga usulan terkait lokasi kawasan perumahan. “Rumah susun dapat direncanakan di Kelurahan Perdagangan III karena terdapat lahan kosong dengan luas 1,5 ha bekas terminal lama yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi perumahan baru”, uajr Zulkarnain dari Desa Perdagangan III.

Pada sesi diskusi, para peserta undangan memberikan banyak masukan berharga, antara lain sudah ada komitmen Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam penanganan dan pengelolaan sampah dan limbah secara terpadu di KI Sei Mangkei dan sekitarnya; infrastruktur pendidikan seperti politeknik atau akademi perindustrian akan dibangun dengan melihat perkembangan industri Sei Mangkei namun untuk sementara ini Kementerian Perindustrian mendorong institusi pendidikan setempat untuk menyesuaikan kurikulum pendidikannya dengan kebutuhan industri; serta mempertahankan kawasan pertanian lahan basah sebagai salah satu sumber pangan berkelanjutan masyarakat setempat.

Setiap masukan dan informasi selama jalannya diskusi dicatat dan dituangkan dalam Berita Acara yang disepakati dan ditandangani oleh seluruh peserta Konsultasi Publik Penyusunan Materi Teknis Rencana Rinci Tata Ruang di Sekitar KI Sei Mangkei. Hasil kesepakatan perumusan konsep rencana struktur dan pola ruang ini selanjutnya menjadi dasar dalam memasuki tahap selanjutnya yaitu perumusan arahan pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang.


Sumber : admin

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita