DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG /
BADAN PERTANAHAN NASIONAL

26 September 2018

KONSULTASI PUBLIK PENYUSUNAN RENCANA RINCI DI SEKITAR KAWASAN INDUSTRI MOROWALI MENEKANKAN PENTINGNYA ASPEK KEBERLANJUTAN

 

 

Kawasan Industri (KI) Morowali merupakan kawasan strategis berbasis pengolahan nikel yang tumbuh sangat pesat di Sulawesi Tengah. Pertumbuhan KI Morowali ini diikuti dengan banyaknya tenaga kerja yang terserap, baik dari penduduk setempat maupun pendatang. Jumlah tenaga kerja hingga saat ini tercatat mencapai 25.000 jiwa. Lonjakan penduduk ini berimplikasi pada munculnya permukiman baru yang berkembang secara sporadis dan bahkan pada lokasi yang tidak sesuai, terutama di Kecamatan Bahodopi di sekitar KI Morowali.. Oleh karena itu, rencana rinci tata ruang di sekitar kawasan industri harus segera disusun untuk menata kembali kawasan. “Pemerintah terus mendorong sinergi antara kawasan industri dan kawasan sekitarnya. Sebelum penetapan rencana tata ruang ini nantinya akan dilakukan terlebih dahulu Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk menjamin aspek keberlanjutan telah diperhatikan,” ujar Chriesty E. Lengkong, Kasubdit Penataan Kawasan Ekonomi dalam sambutannya di acara Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Rinci di sekitar KI Morowali  di Morowali (19/9).

Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Morowali, Harsono Lamusa, menyambut baik acara konsultasi publik ini.  “Konsultasi publik ini dimaksudkan untuk menjaring aspirasi dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan adanya partisipasi masyarakat dalam penyusunan rencana guna meningkatkan kualitas produk perencanaan sekaligus bagian dari upaya meningkatkan legitimasi produk rencana ketika sudah ditetapkan dalam bentuk produk hukum” ujar Harsono. Hal ini menjadi penting mengingat rencana rinci yang disusun ini merupakan dasar pengaturan peruntukan ruang. “Termasuk di dalamnya indikasi program pemanfaatan ruang dan ketentuan peraturan zonasi untuk pembangunan ke depan,”ujar Garika Pristiwati, Kasi Wilayah II,  Direktorat Penataan Kawasan.

Ketua Tim Penyusun, Anthony, menyampaikan bahwa dinamika yang besar akibat adanya aktivitas industri pengolahan nikel telah mengubah struktur ekonomi dan fisik kawasan. “Strategi perencanaan perlu menetapkan kawasan perkotaan yang kompak dengan tetap menjaga dan mengembangkan lahan pertanian atau perkebunan untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat dan pekerja,” ujar Anthony. Kawasan agropolitan di Witaponda sebagai sentra pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan diharapkan dapat menjadi pemasok bahan pangan bagi Kabupaten Morowali. Bachtiar dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Morowali mengingatkan bahwa dalam 20 tahun ke depan, sumber daya alam akan jauh berkurang bahkan kemungkinan bisa habis sehingga perlu mempertimbangkan aspek keberlanjutan khususnya dampak-dampak lingkungan yang muncul.

Beberapa hal penting yang dapat menjadi catatan bagi penyempurnaan konsep rencana antara lain adalah mengenai pengembangan kawasan permukiman, kebutuhan volume atau kapasitas energi kelistrikan dan air bersih, penanganan kawasan rawan bencana, serta penanganan dampak negatif kawasan industri. “Upaya penentuan arah pengembangan kawasan permukiman perlu ditinjau agar kawasan kembali tertata. Kawasan sempadan pantai, sempadan sungai dan kawasan rawan bencana harus kembali steril dari adanya bangunan, terutama permukiman warga,” tutur Arsan, Kepala Desa Lalampu. Amrudin dari Desa Bahodopi menerangkan jumlah penduduk di desanya saja saat ini sudah lebih dari 20.000 jiwa maka penentuan jaringan energi dan utilitas perlu mengantisipasi perkembangan penduduk dan mengikuti pola perkembangan kawasan terbangun serta sistem jaringan jalan.

Acara ini  dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Morowali serta segenap perwakilan kecamatan, desa dan tokoh masyarakat yang masuk ke dalam kawasan rencana seluas 15.365,88 ha, yaitu sebagian desa di Kecamatan Bahodopi dan Kecamatan Bungku Tengah. Konsultasi publik ini  ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh segenap peserta undangan sebagai bentuk kesepakatan pembahasan dan sebagai rujukan dalam penyempurnaan rumusan konsep rencana struktur dan pola ruang di sekitar KI Morowali.


Sumber : admin

Kembali ke halaman sebelumnyaIndeks Berita